Showing posts with label visa apply. Show all posts
Showing posts with label visa apply. Show all posts

Wednesday, October 22, 2008

Letter of Sponsorship (Surat Sponsor)

Seperti yang sempat aku keluh kesahkan di blog ku sebelumnya tentang kesalahan surat sponsor pada aplikasi pengajuan visa ku, aku ingin share dengan teman-teman mengenai bentuk surat sponsor yang bisa diterima oleh Kedutaan Jerman (terutama untuk kasus pengajuan visa tinggal kumpul suami sepertiku).

Ada satu website yang bisa aku jadikan referensi tentang contoh-contoh bentuk surat sponsor untuk teman-teman, yaitu http://irha.wordpress.com/2007/01/. Cari dari beberapa contoh itu yang cocok dengan situasi anda.

Sedangkan untuk kondisiku, ada sesuatu yang spesial. Untuk sekedar gambaran, suamiku pegawai BUMN yang disekolahkan S2 di Jerman. Dan aku berencana untuk ikut tinggal disana bersama suamiku.


Honorary Consul of the Federal Republic of Germany

Setelah kesalahan yang lalu tentang kurangnya persyaratan pengajuan aplikasi visa di Kedutaan Jerman di Jakarta, aku kembali ke Surabaya, rumah orang tuaku. Suami sudah berangkat ke Jerman duluan, terpaksa aku balik kucing, sambil menunggu persyaratan Mietvertrag dari Jerman yang diurus oleh suamiku begitu dia sampai disana.

Tanpa menunggu terlalu lama, Mietvertrag-pun jadi, dan akupun pede untuk kembali mengajukan visa. Karena pertimbangan pengiritan biaya transportasi untuk kembali ke Jakarta lagi, aku mencoba memanfaatkan Konsul Honorer Kedutaan Jerman di Surabaya. Pengajuan aplikasi visa juga bisa dilakukan di beberapa Konsul Honorer berikut lho.

Monday, October 13, 2008

The Translation Dilemma

Sehubungan dengan berkas pengajuan visaku dan suami, kuselipkan cerita ini. Ada satu penyesalan yang agaknya harus aku bagi dengan kalian. Salah satu syarat berkas pengajuan visa adalah semua dokumen harus /di-translate-kan dalam bahasa Inggris atau Jerman.

Dan bukan translater sembarangan. Harus yang terdaftar di Kedutaan Jerman. Kebetulan kami memakai jasa salah satu translater di Jakarta. Karena ketakutan kami akan kepatuhan persyaratan tersebut, dengan gelap mata semua dokumen (yang non-Inggris) kami translate-kan ke bahasa Jerman.

Dan kami ceroboh, beberapa dokumen yang kami kira mendukung (walaupun ternyata tidak diperlukan) ikut kami translate-kan ke bahasa Jerman. Alhasil, voila! Tagihan pemakaian jasa translate saja bisa sampai jutaan! Gosh!

The Mistakes

Kekurangan yang aku pelajari pada pengajuan awal aplikasi visa tinggal yaitu Goethe Zertifikat A1 yang sudah harus ada (bukan hanya bukti kita sedang kursus bahasa), dan bukti tempat tinggal yang memadai (Mietvertrag).

Pada saat itu petugas Kedutaan tidak mengkoreksi atau memberikan perhatian pada syarat surat sponsornya, jadi aku pikir bentuk surat sponsor yang sempat aku cari contohnya yang cukup simple di internet sudah cukup.

Padahal tidak semudah itu. Dibagian lain blog ini kalian bisa mengambil hikmah dari pengalaman yang aku lalui mengenai surat sponsor.

Anyway, kembali ke masalah Mietvertrag, jelas-jelas suamiku hanya punya kepastian diterima oleh Universitas di Jerman, bukan kepastian sudah punya tempat tinggal. Suamiku bahkan sudah siap kalau terpaksa harus tinggal di hotel dulu beberapa hari. Dan aku pikir aku juga sudah siap menerima kondisi itu. Tapi ternyata hal tersebut tidak bisa diterima pihak Kedutaan.


Saturday, October 11, 2008

First Step

Dengan modal nekat, aku akhirnya bertekad ikut-ikutan apply visa tinggal di Jerman, bersamaan dengan suamiku. Dengan harapan, kita berangkatnya bisa sama-sama. Untungnya, ada beberapa istri dari teman-teman suamiku yang satu tujuan. Jadi ada teman seperjuangan deh.

Semua info tentang pengurusan visa, baik persyaratan dan formulir aplikasi bisa di download di website Kedutaan Jerman. Websitenya http://www.jakarta.diplo.de/. Di website tersebut tercantum semua persyaratan pengurusan visa, dengan macam-macam keperluan.

Berikut aku lampirkan persyaratan pengurusan visa studi suami dan visa tinggal lebih dari 3 bulan karena mengikuti suami (kumpul keluarga) sesuai dengan kondisiku: